Baccarat odds_Indonesia Lottery Loopholes_Baccarat Skills Play_Gambling app

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan judi online

FootbFootball betting networkall betting networknaFootball betting networkh, baru-baru Hermes mengeluarkan Football betting networkproduk tas tangan yang banyak menuai kritikan karena bentuknya yang menyerupai daun pisang. Inilah bentuk tas keluaran rumah mode Hermes tersebut:

Jenis tas bertema daun berikutnya adalah tas berbentuk daun kelapa. Bentuknya seperti setengah lingkaran yang dibuat dari dedaunan. Mungkin tujuannya untuk membawa kesan hutan hujan tropis ke belantara fashion kelas dunia.

Tas ini adalah keluaran rumah mode Hermes yang dihasilkan berkat desainer Jean Paul Gaultier. Inovasi tas berbentuk daun ini di Eropa mendapat tanggapan yang positif. Namun di Asia, (terutama negara Malaysia, Thailand, dan Indonesia sendiri) desain tas ini dibilang mirip bungkus makanan.

Ada lagi tas dengan desain mirip, yakni berbentuk anyaman daun tumbuhan tropis yang tumbuh seperti contoh di atas. Kreatif tanpa batas. Hipwee lebih setuju bahwa sepertinya tas ini bukan untuk dijual di pangsa pasar Asia deh. Soalnya di sini justru lebih laku jika tasnya terbuat dari kulit.

Hermes sebagai rumah mode tas ternama di dunia selalu datang dengan inovasi-inovasi produknya yang berkualitas. Di samping itu, harganya yang selangit membuat tas Hermes begitu eksklusif dan hanya dimiliki oleh mereka yang berduit saja. Kalau yang ingin memakai tas Hermes dengan harga yang murah, biasanya orang akan lari ke produk KW. Tapi pembaca Hipwee jangan meniru ya, biar bagaimanapun, membeli barang KW adalah hal yang kurang baik.

Bentuk tas seperti itu menuai banyak kritikan dari netizen terutama di Asia. Bahkan ada yang bilang bahwa neneknya bisa membuat tas serupa dengan gratis. Ada-ada saja ya? Kalau menurut kamu bagaimana?

Menurut Hipwee, tas di atas mirip seperti tempat ayam jago yang dibuat dari daun kelapa. Kalau mengukur harganya, daun kelapa asli seperti contoh nggak sampai lima puluh ribu. Kalau tas Hermes? Dijamin pakai biaya untuk kuliah S2 pun masih kurang.

Dibilang mirip dengan bungkus nasi lemak, tas ini dibuli di Asia. Kalau di Indonesia, mungkin mirip dengan nasi kucing. Habis bagaimana lagi? Memang mirip sih. Namun bedanya, kalau tas Hermes dirancang dan dijual dengan harga puluhan hingga ratusan juta, sementara kalau nasi kucing bersama isinya dijual dua ribuan. Pilih mana, nasi kucing dua ribuan, atau tas Hermes puluhan juta?