P「Indonesian Chess」roses Ulat Sutera Menjadi Benang

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan judi online

Indonesian ChessdIndonesian ChessaIndonesian Chesspatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Berikut adalah proses pengolahan ulat sutra hingga menjadi benang sutra, yaitu:

Sutra dibawa ke negeri barat untuk dijual, namun selama ribuan tahun bangsa Tiongkok merahasiakan asal muasal kain indah tersebut.

Ulat sutra sangatlah rakus, mereka makan dalam jumlah besar sehingga tubuhnyapun mulai membesar.

Baca juga: Jenis-Jenis Kain Tenun

Kepompong sutra kemudian terbentuk sebagai kapsul berwarna putih. Kepompong sutra kemudian dipanen sebelum ulat sutera berubah menjadi ngengat dan memecah kepompongnya. Panen dilakukan kurang lebih sekitar satu minggu sejam kepompong dibuat.

Larva yang baru menetas kemudian dipindahkan dengan hati-hari dari ruang inkubasi ke ruang pemeliharaan. Pada saat larva ulat sutera hanya berukuran 4 mili meter, namun mereka akan terus diberi makan daun murbei.

Tubuh mereka terus membesar, membuat kulit mereka mengelupas dan digantikan kulit yang baru. Proses ganti kulit ini bisa terjadi hingga empat kali hingga larva tumbuh menjadi ular sutera seukuran kurang lebih 8 cm.

Dilansir dari Biology Discussion, kepompong sutra terbuat dari lilitan benang yang tidak terputus sepanjang 300 meter dan dililitkan dengan gerakan kepala yang konstan dari satu sisi ke sisi lain sekitar 65 kali per menit.

Baca juga: Kain Tenun Lurik: Pengertian, Corak dan Fungsinya

Setelah cukup makan, ulat kemudian akan membentuk kepompong atau pupa dengan cara memutar tubuhnya.

Kepompong sutra kemudan direndam dan direbus dengan air panas. Setelah direbus, kepompong akan dicari ujung seratnya dan mulai diurai.

Sutra merupakan kain yang mahal, bukan hanya karena kualitasnya melainkan juga karena bahan bakunya adalah benang yang dibuat dari kepompong ulat sutra.

Dilansir dari World History Encyclopedia, tenunan sutra pertama yang pertama ditemukan di situs Qianshanyang juga Zhenjiang China, dan diperkirakan dibuat pada tahun 2.700 Sebelum Masehi.

KOMPAS.com – Sutra merupakan salah satu jenis kain yang banyak diminati karena strukturnya yang kuat, lembut, dan mengkilap.

Setelah diurai, serat tersebut kemudian akan dipintal dengan cara dipelintil menjadi satu helai benang sutera. Benang kemudian digulung layaknya benang biasa dan juga ditenun menjadi kain sutra yang indah.

Tahap pertama dari pembuatan benang sutra adalah bertelurnya ngengat sutra (Bombyx mori) yang berwarna putih dan berpola coklat. Dilansir dari Sciencing, ngengat sutra tidak makan atau minum pada akhir siklus hidupnya melainkan akan kawin, bertelur, dan mati.

Ngengat betina akan bertelur dalam jumlah besar, yaitu sekitar 200 hingga 400 butir telur. Ngengat betina akan menaruh dan merekatkan telurnya di atas daun murbey. Telur ngengat kemudian diinkubasi hingga 12 hari hingga menetas.

Baca juga: Filosofi Motif Kain Tenun Lurik